* aKu DiAtaS aTAu KamU diBawAH.. ? *

Bukankah kau pernah mengaku mengerti perasaanmu?
Sebuah pemahaman yang dangkal.
Itu hanya pemikiran sejenak, waktu itu.
Apa kau hendak berkata kalau pemahamanmu berbeda, sekarang?
Mungkin. Mungkin juga tidak. Bisa jadi aku hanya melihatnya dari perspektif yang berbeda. Terlalu konyol untuk berhenti pada satu pemahaman, semata-mata sebagai objek yang perlu diketahui. Terlalu muluk untuk mencoba mengerti hal-hal rumit dan mengklaim diri cerdas karenanya; karena begitu nayak hal sederhana yang tercecer akibat tampak terlalu sepele. Hidup terlalu menyedihkan untuk berhenti pada objek-objek mati. Terlalu mubazir untuk tak pernah sampai pada pemahaman hakiki, kecuali hanya mengetahui.
Sombong sekali.
Setiap orang harus tahu sebelum paham.
Tentu. Secara proporsional. Tapi kita tak akan pernah memahami semua hal. Untuk apa mengetahui semuanya? Kemahaan hanya akan membuatmu tersesat makin jauh. Tidak membuatmu masuk makin dalam.
Seolah-olah kau begitu dalam memahami sesuatu.
Kau terlampau dingin dan tak berperasaan.
Perasaan? Apa yang kau ketahui tentang perasaan?
Kau sendiri?
Apa yang kau ketahui tentang perasaanmu padanya?
Perasaan: tanah liat. Bentuklah semaumu. Sedemikian perlukah definisi? Ia bisa jadi sebuah vas, sebuah guci mini, sebuah tempat pensil, sebuah cangkir, sebuah asbak; lihatlah. Semua bergantung pada apa yang kau ingin lihat darinya. Tetapi tanah liat tetap tanah liat. Definisi sudah mati.
Kau terlampau absurd.
Kau tak pernah menjawab pertanyaanku.
Kau terlampau rigid.
Cobalah sedikit santai.
Aku selalu menjawabmu.
Kau hanya belum melihat jawabanku.
[The Amazing I.L.Y.O]
I'm just another ordinary girl who wants to find my very own peace of mind in a place that I can called "MY VERY OWN DREAMLAND"... I love music, I love books, I love poemz, I love beauty, I love comfortness, I love silence, I love love n the love loves me, I love peacefullness, I LOVE MY MUM, n I LOVE U!!
~ Loves ~I LovE U...!!
* My Photo *
* anything here *
0 Comments:
Post a Comment
<< Home